Pemda Lampung Timur Apresiasi Dukung Konvergensi Stunting

Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, bersama TP PKK Provinsi Lampung dan OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung Melakukan Kunjungan Kerja Pembinaan, Monitoring dan Evaluasi Desa Model Konvergensi Penanganan dan Pencegahan Stunting serta Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Desa Adirejo, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, 03 November 2022.

Membacakan Sambutan Bupati Lampung Timur, Drs. M. Dawam Rahardjo, M.Si, Wakil Bupati Lampung Timur, H. Azwar Hadi, S.E.,M.Si menyampaikan bahwa Sebagaimana hakekat pembangunan nasional, yakni pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia, khususnya di era globalisasi sekarang ini, maka peran dan pengetahuan, serta kinerja Tim Penggerak PKK dan Lintas sektor sangat diperlukan, guna untuk mendorong tumbuhnya kemandirian masyarakat, dalam mewujudkan keluarga sejahtera.

Wabup Lampung Timur menjelaskan adapun dalam rangka meningkatkan hal  tersebut, diperlukan kesamaan persepsi dan komitmen, antara seluruh pihak sampai pada tingkat desa , dalam mewujudkan program berkualitas dan profesional, baik segi kelembagaan, pelaksanaan program pokok, maupun dari sisi kerjasama dengan mitra kerja.

Lebih lanjut Azwar menyampaikan persoalan stunting telah menjadi agenda Pembangunan  Nasional, yang dalam hal ini, Kabupaten Lampung Timur menjadi salah satu Kabupaten Lokus (Lokasi Fokus) Prioritas, dari seluruh Lokus yang sudah ditentukan Pemerintah Pusat.

“Saya berharap kunjungan Kerja ini, dapat menggabungkan serta mengintegrasikan berbagai sumberdaya, untuk mencapai tujuan bersama, dalam pencegahan dan penurunan stunting di Lampung Timur”, katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal diwakili oleh Wakil Ketua I TP PKK Provinsi Lampung Mamiyani Fahrizal Darminto menyampaikan bahwa Sejalan dengan arahan pemerintah pusat dan agenda kerja pemerintah Provinsi Lampung, maka pada tahun ini TP PKK Provinsi Lampung memprioritaskan 3 isu  utama yaitu, pemberdayaan perempuan, pemenuhan hak anak dan pencegahan stunting

Mamiyani menjelaskan bahwa permasalahan stunting ini menjadi penting, karena stunting akan berakibat pada menurunnya kualitas sumber daya manusia, stunting berpotensi menghambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan resiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi serta obesitas, namun begitu, melalui peran serta  Tim Penggerak PKK, BKKBN, seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung dan pihak pihak terkait dalam integrasi program lintas sektor, permasalahan stunting ini pasti dapat diselesaikan.

“Harapan saya Desa Adirejo dapat menjadi tempat belajar sekaligus memotivasi desa lain yang ada di Kabupaten Lampung Timur dalam percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Lampung”, ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut diselenggarakan berbagai kegiatan antara lain Penyerahan Bantuan, Dapur Sehat Atasi Stunting dan kegiatan lainnya. Turut ditampilkan Drama Teatrikal mengenai bahaya pernikahan dini yang diperankan oleh remaja desa Adirejo.