Bupati Tulang Bawang Kukuhkan Dandim 0426 Menjadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting di Kabupaten Tulang Bawang

Bupati Tulang Bawang Hj Winarti, S.E., M.H  mengukuhkan Komandan Kodim 0426 Tulang Bawang Letkol Inf Triano Iqbal, S.I.P., M.Si, sebagai Duta Bapak Asuh Anak Stunting di Kabupaten Tulang Bawang. Bertempat di Kampung Panca Karsa Purna Jaya, Kecamatan Banjar Baru, Kabupaten Tulang Bawang Kamis, 27 Oktober 2022.

Pada kesempatan itu Letkol Inf Triano Iqbal, S.I.P., M.Si, mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya atas pengukuhannya sebagai  Duta Bapak Asuh untuk anak Stunting di Kabupaten Tulang Bawang. kemudian Dandim menyampaikan bahwa Gelar Duta Bapak Asuh Anak Stunting  ke depannya memiliki tantangan yang besar, oleh karena itu beliau akan berusaha melakukan upaya-upaya baik internal, yaitu dengan meningkatkan pelayanan terhadap seluruh masyarakat Kabupaten Tulang Bawang, dan eksternal yaitu dengan mendukung program program pemerintah bekerjsama dengan Pemerintah Daerah dalam hal ini Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Dinas PPKB Kabupaten Tulang Bawang dan Forkopimda dalam upaya untuk penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Tulang Bawang. “kami sampai kepada tingkat Koramil, Babinsa bersama forkompinda akan terus melakukan sosialisasi mengenai pencegahan stunting di setiap lapisan masyarakat”, katanya

Lebih lanjut dandim menjelaskan bahwa TNI juga mempunyai program Kampung Pancasila sehingga kemudian dapat diintegrasikan dengan program program pemerintah khususnya dalam penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Tulang Bawang.

Menutup kata sambutannya Letkol Triatno Iqbal mengajak Bupati dan Forkopimda dan tamu undangan untuk meninjau dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dan mencicipi hasil olahan, dimana pada kegiatan tersebut diadakan demo mengolah bahan makanan yang sehat dan bergizi untuk penanganan dan pencegahan stunting.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Tulang Bawang, Hj Winarti, S.E., M.H, menyampaikan selamat serta apresiasi yang setinggi tinginya atas dikukuhkannya Duta Bapak Asuh Anak Stunting Kabupaten Tulang Bawang,  Winarti berharap pengukuhan ini mampu secara signifikan menekan prevalensi stunting di Kabupaten Tulang Bawang sehingga turun dibawah target nasional. “,mudah mudahan peran aktif dan sinergitas semua pihak dalam penanganan stunting mampu menggerakan dan menguatkan efektifias pelaksanaan rencana aksi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Tulang Bawang”, ungkapnya.

Winarti menjelaskan berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 prevalensi kasus stunting di Kabupaten Tulang Bawang Sebesar 32,49% turun drastis menjadi 9,5% di tahun 2021. berdasarkan data Survey Gizi Indonesia (SSGI) Kabupaten Tulang Bawang menduduki peringkat ke 5 nasional. Lebih lanjut, angka stunting yang menurun drastis salah satunya adalah berkat kerja keras semua pihak di Kabupaten Tulang Bawang, hal itu juga sejalan dengan berbagai program dan kegiatan yang ada dalam 25 program BMW yang dijalankan di Kabupaten Tulang Bawang dalam rangka penanganan stunting, “saya harap dapat dilaksanakan secara sinergis melalui pengaktifan peran pemerintah, perguruan tinggi, swasta, masyarakat dan media”, katanya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Ni Gusti Putu Meiridha S.E., M.M dalam kata sambutannya turu mengucapkan selamat atas pengukuhan Bapak Komandan Kodim 0426 Kabupaten Tulang Bawang sebagai Bapak Asuh Anak Stunting. Putu menjelaskan hal ini merupakan tindak lanjut dari telah dikukuhkannya Bapak Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, SE, MM (KASAD TNI Angkatan Darat) sebagai Duta Bapak Asuh Anak Stunting pada bulan Juni yang lalu.

Percepatan penurunan stunting seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021, dilakukan dengan berbagai program dan kegiatan yang berbasis keluarga berisiko stunting, seperti penyiapan kehidupan berkeluarga, pemenuhan asupan gizi, perbaikan pola asuh, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan serta peningkatan akses air minum dan sanitasi. Negara hadir dan memberikan ruang untuk kita semua dapat berkontribusi dalam tugas mulia pengentasan stunting, salah satunya dengan adanya Program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) adalah gerakan gotong royong seluruh elemen bangsa dalam mempercepat penurunan stunting yang menyasar langsung kepada keluarga berisiko stunting. Elemen bangsa adalah pemangku kepentingan yang terdiri dari orang perseorangan, masyarakat, akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, media massa, organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan mitra pembangunan, yang terkait dengan Percepatan Penurunan Stunting. Termasuk di dalamnya adalah Tentara Nasional Indonesia. Sasaran program Penurunan stunting adalah Calon pengantin, Ibu Hamil, Baduta dan Balita. Adapun prioritas program BAAS meliputi: Baduta stunting; Ibu hamil dari keluarga berisiko stunting; Catin, keluarga baru atau PUS yang merencanakan kehamilan dari keluarga berisiko stunting; Balita stunting (diatas 2 tahun); Baduta tidak stunting dari keluarga miskin (risiko tinggi stunting).

Kemudian, Agar Program Bapak Asuh Anak Stunting memiliki nilai kemanfaatan bagi masyarakat khsususnya dalam percepatan penurunan stunting, maka tersedia paket manfaat yang dapat dipilih oleh pemangku kepentingan. Manfaat yang diberikan dalam program BAAS terbagi menjadi asuhan prioritas dan pendukung. Asuhan Prioritan Program BAAS dapat berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi calon pengantin/ibu hamil dan balita atau pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) bagi baduta Penyediaan jamban sehat dan air bersih Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kelompok sasaran Pemberdayaan ekonomi keluarga. Sedangkan bentuk pemenuhan asuhan program BAAS dapat berupa donasi uang atau donasi barang/produk. Barang yang diberikan sesuai dengan tujuan paket manfaat, tidak bertentangan dengan kebijakan yang ada, tidak berbahaya, dan lainnya (menyesuaikan).

Lebih lanjut Putu menjelaskan adapun metode pemenuhan dapat dilakukan secara langsung diberikan kepada kelompok sasaran, atau melalui pihak ketiga. Pihak ketiga yang dimaksud adalah pihak yang dipercaya oleh pemangku kepentingan untuk mengelola donasi secara akuntabel untuk cakupan asuhan, wilayah, dan waktu tertentu. Pihak ketiga dapat berupa badan amil, institusi/organisasi kemasyarakatan atau lembaga lainnya yang sah. Selanjutnya pemangku kepentingan dapat memantau dampak pemberian paket asuhan melalui: mekanisme pencatatan dan pelaporan yang disepakati antara pemangku kepentingan dan pihak ketiga; sistem surveilans rutin yang ada; kunjungan langsung pemangku kepentingan kepada kelompok sasaran; atau mekanisme lainnya.

Program BAAS ini diharapkan dapat terus berkesinambungan dan dilaksanakan di seluruh Kabupaten Tulang Bawang hingga pada tingkat Koramil di seluruh kecamatan dan Babinsa di seluruh desa sebagai salah satu langkah kontribusi langsung dalam penurunan stunting. “Setiap unsur unit kerja baik provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa diharapkan mampu merangkul mitra agar dapat memberikan manfaat atau donasi bantuan kepada anak-anak stunting dan seluruh kelompok sasaran di masing-masing wilayah” katanya.

Sebagai informasi sesuai dengan surat Keputusan Bupati Kabupaten Tulang Bawang, bahwa Duta Bapak Asuh Anak Stunting di Kabupaten Tulang Bawang bertugas antara lain

  1. Mensosialisasikan prioritas kebijakan daerah dalam upaya percepatan penurunan stunting dan pencegahan stunting di Kabupaten Tulang Bawang
  2. Mendukung pelaksanaan kebijakan daerah dalam upaya percepatan penurunan stunting dan pencegahan stunting di Kabupaten Tulang Bawang
  3. Mendorong pemberdayaan masyarakat di wilayah Kabupaten Tulang Bawang