Cegah Kasus Stunting, TP PKK Lampung dan BKKBN Lakukan Monev ke Tuba

Penurunan angka stunting merupakan salah satu indikator utama dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing melalui penguatan deteksi dini baik intervensi spesifik maupun sensitif secara kolaboratif, merupakan sepenggal dari sambutan Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Ny. Riana Sari Arinal yang dibacakan oleh Wakil Ketua III TP PKK Provinsi Lampung Erna Suud Hanan pada Kegiatan Kunjungan Kerja Dalam Rangka Pembinaan, Monitoring dan Evaluasi Desa Model Konvergensi Penanganan dan Pencegahan Stunting di Desa Banjar Dewa Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, Kamis, 10 November 2022.

Lebih lanjut, Wakil Ketua III TP PKK Provinsi Lampung menjelaskan bahwa stunting akan berakibat pada menurunnya kualitas sumber daya manusia, karena berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas. Itulah yang mendasari TP PKK Provinsi Lampung bersama BKKBN, OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Instansi terkait melakukan sinergi program pada lokus stunting melalui pendataan yang akurat sebagai dasar kebijakan; pelibatan perempuan dan anak dalam proses musrenbangdes, penguatan usaha ekonomi bagi ibu-ibu keluarga berencana pemenuhan hak anak di sisi kesehatan dan pendidikan dengan pemberian ASI eksklusif, revitalisasi posyandu, PAUD holistik integratif, sekolah ramah anak dan pusat kegiatan anak.

Hadir menyambut rombongan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang, Ir Anthoni M.M. mewakili Bupati Kabupaten Tulangbawang, Dr. Hj. Winarti, S.E.,M.H. menyampaikan kebanggaannya atas kehadiran TP PKK Provinsi Lampung bersama rombongan di Kabupaten Tulang Bawang, beliau juga menyampaikan bahwa Isu Stunting adalah prioritas utama Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dengan berbagai program dan langkah-langkah yang sudah dilakukan bersama supaya angka stunting di Tulangbawang menjadi yang terendah di Provinsi Lampung. Hal ini dibuktikan dengan penurunan angka stunting di Kabupaten Tulang Bawang dari 32,49% pada tahun 2018 dan menjadi 9.5% pada tahun 2021. Namun begitu, Pemerintah Tulang Bawang terus melakukan upaya upaya sesuai dengan instruksi Presiden, bahwa pada tahun 2024 angka prevalensi stunting harus menyentuh angka 14%.

Kemudian Anthoni menambahkan, bahwa dalam upaya penurunan stunting, Kabupaten Tulang Bawang juga sudah memiliki kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) sebanyak 154 kelompok, Bina Keluarga Remaja (BKR) 152 kelompok, serta Pusat Informasi Konseling Remaja/Mahasiswa 26 kelompok.

“Saya harap melalui pendampingan dan program kerja yang cukup masif, diharapkan angka stunting di Kabupaten Tulang Bawang dapat terus menurun”, katanya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Peninjauan lokasi dan pemberian bantuan dari Pemerintah Provinsi Lampung serta Instansi terkait, dalam hal ini BKKBN Lampung memberikan dukungan sarana memasak berupa kompor, tabung gas, dan buku menu Dashat.

Pada kesempatan itu terlihat Kepala Dinas PP dan KB Tulang Bawang Hamami Ria turut mempraktekan demo memasak.